Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Wahyu Pertama Turun

Pada tahun 570 Masehi Nabi saw dilahirkan. Pada tahun 610 Masehi bertepatan diusianya yang ke-40. Beliau diangkat menjadi utusan Allah juga seorang nabiullah di akhir jaman. Dengan tegas Nabi saw sabdakan, bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw. Mayoritas ahli sejarah berpendapat turunnya surat al-alaq pada malam 17 Ramadlan tahun ke-41 Tahun Gajah. Yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi; wallahu a’lam. Inilah tahun yang menentukan sejarah dunia berubah, dari kegelapan menuju cahaya keimanan. Inilah pertanda bangkitnya kaum yang beriman di muka bumi. Yang mengimani Allah ta’ala. Di mana dunia dan kehidupan umat manusia, khususnya jahiliah di Jazirah Arab, diluruskan ke dalam sikap mental, perilaku, dan cara berpikir yang dicintai oleh Allah ta’ala. Sebuah tatatan dunia baru yang mengedepankan: Mengabdi kepada Allah swt, demi mendapatkan cinta-Nya; Memperjuangkan kebenaran, demi tegaknya kebenaran yang hakiki; dan Mengangkat harkat-derajat-martabat umat manusia, demi kemanusiaan.

Usia 40 Usia Matang

Apabila seorang manusia dikaruniai mencapai usia 40 tahun. Berarti manusia tersebut benar-benar mendapatkan anugerah di kehidupan ini. Sebab, orang tersebut diberikan kepercayaan sekaligus amanah, untuk mengisi dan menghiasi umurnya menjadi lebih bermanfaat.

Hal itu pula yang dialami oleh Muhammad bin Abdullah. Setelah usianya memasuki yang ke-40. Beliau mengalami kegelisahan. Transisi dari usia 30 ke-40 sungguh banyak ditandai dengan kematangan dan kesempurnaan sebagai seorang manusia. Berbeda dengan Nabi saw. Manusia kebanyakan ketika hendak dan setelah memasuki usia 40 tahun. Seringkali ditandai dengan datangnya puber ke II. Namun Nabi saw justru kematangan jiwa dan kepribadian beliau diusia 40 tahun. Justru digunakan banyak tahanuts di Gua Hira`. Benar-benar sempurna hasilnya. Inilah usaha yang harus ditiru. Di mana mengisi usia 40 tahunnya dengan perilaku nyata. Mempersiapkan diri untuk menjadi manusia yang shalih. Allah ta’ala berfirman,

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah-payah. Melahirkannya dengan susah-payah [pula]. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah 30 bulan. Apabila dia telah dewasa, dan umurnya sampai 40 tahun; [agar] dia [rajin] berdoa, “Wahai Rabb-ku, tunjukilah saya untuk menyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepada saya, kepada ibu bapak saya, dan agar saya dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai. Berilah kebaikan kepada saya dengan [memberi kebaikan] kepada anak cucu saya. Sesungguhnya saya bertaubat kepada Engkau. Sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (Qs.al-Ahqaf [46]: 15).

Wahyu Pertama Surat al-Alaq 1-5

Muhammad bin Abdullah benar-benar pemuda yang umi. Seorang yang tidak dapat membaca. Sungguh saat itu. Apabila ada orang yang tidak dapat membaca benar-benar disegani. Orang yang tidak dapat baca tulis. Ketika itu identik dengan orang yang: cerdas, jujur, akhlaknya bagus, dan tatakramanya terpilih. Tidak mengherankan pada waktu itu banyak orang-orang kaya, dan para penyair yang berani membayar mahal, asal mau memberikan kesaksian bahwa dirinya tidak dapat membaca.

Di usia beliau yang ke-40. Benar-benar mendapatkan anugerah dari Allah azza wa jalla. Sebab, beliau mendapatkan anugerah pengangkatan (bi’tsah) nubuwah dan risalah dari Allah ta’ala, melalui malaikat Jibril as. Yang ditandai dengan turunnya perintah membaca. Dengan masyhur sejarah mencatat, ketika Muhammad bin Abdullah disarankan malaikat Jibril as untuk membaca. Lebih tepatnya menirukan apa-apa yang dilafadzkan malaikat Jibril as. Muhammad bin Abdullah benar-benar tidak mampu menirukan. Tidak mampu mengeja. Tidak mampu membacanya.

Dengan laduni Allah ta’ala akhirnya. Muhammad bin Abdullah dapat menirukan dengan baik lagi benar lafadz yang disampaikan malaikat Jibril as,

Bacalah dengan [menyebut] nama Rabb-mu yang menciptakan.1 Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.2 Bacalah, dan Rabb-mulah yang Mahapemurah.3 Yang mengajar [manusia] dengan perantaran kalam.4 Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.5” (Qs.al-Alaq [96]: 1-5).

Inilah kali pertama Nabi saw melihat rupa malaikat Jibril as dalam bentuk seorang lelaki. Yang saat itu berdiri di ufuk cakrawala. Yang sedetik pun Nabi saw tidak dapat bersembunyi dari tatapan malaikat Jibril as.

Luar biasa. Gua Hira` menjadi saksi sejarah bagi perjalanan peradaban umat manusia, khususnya kaum muslimin-mukmin. Karena nabi kaum muslimin-mukmin mendapatkan pengangkatan kenabiannya di gua tersebut. Setelah kejadian tersebut. Nabi saw keluar dari gua hendak pulang menemui istri tercintanya, Ibunda Khadijah r.ha. Ternyata malaikat Jibril as memberikan salam penghormatan mengenai pengangkatan diri Muhammad bin Abdullah menjadi nabiullah yang rasulullah. Sebanyak 3 kali malaikat Jibril as memberikan ucapan selamat itu dari atas ufuk cakrawala. Yang hanya di dengar oleh Nabi saw sendiri. Bahkan, beberapa orang yang diutus Ibunda Khadijah r.ha untuk mencari suaminya. Tidak tahu mengenai hal itu. Juga tidak mendengar ucapan selamat malaikat Jibril as kepada Nabi saw.

Setelah semuanya selesai. Malaikat pun pergi. Beberapa orang suruan Ibunda Khadijah r.ha terlebih dahulu pulang. Segera Nabi saw menyusul untuk menjumpai sang istri tercintanya. Saat berjumpa dengan sang istri. Nabi saw mencaritakan semua kejadian yang dialami selama tahanuts di Gua Hira`. Perlu dipahami, Nabi saw beberapa tahun menjelang usia 40 tahun, setiap bulan Ramadlan banyak melakukan uzlah di Gua Hira`, dengan cara bertahanuts.

Semua cerita sang suami dipahami dengan baik. Ibunda Khadijah r.ha mendengarkan seluruh cerita suaminya. Setelah sang suami berpamitan hendak istirahat. Setelah Ibunda Khadijah r.ha menutupkan selimut kepada sang suami. Atas ridla suaminya. Ibunda Khadijah r.ha menemui pamannya. Dia seorang nashrani shalih. Dia rajin membaca kitab sucinya. Maka, berkonsultasilah Ibunda Khadijah r.ha kepada sang paman. Dengan singkat. Sang paman berpesan supaya suami tabah, demikian juga dengan diri Ibunda Khadijah r.ha sebagai sang istri, juga harus tabah.

Masa Fatrah

Inilah masa di mana Nabi saw menanti-nanti datangnya wahyu. Lama sekali menunggu turunnya wahyu yang selanjutnya. Masa ini lazim disebut masa fatrah. Yaitu, masa terputus dari turunnya wahyu untuk beberapa saat. Tidak sampai satu tahun. Namun Nabi saw benar-benar gelisah. Bahkan, kegelisahan Nabi saw campur aduk antara khawatir dan putus asa. Nabi saw benar-benar suntuk. Jika ada pertanyaan, “Apakah Nabi saw juga sempat mengalami putus asa saat itu?” Sebagai manusia lumrah. Nabi saw juga pernah mengalami putus asa. Tetapi, Nabi saw diselamatkan oleh Allah ta’ala.

Ketika kegoncangan jiwa demi kegoncangan terjadi. Malaikat Jibril selalu menampak diri di kejauhan, seraya memberikan kemantapan kepada Nabi saw. Bahwa, diri beliau adalah benar-benar utusan Allah. Demikian dilakukan malaikat Jibril as secara berulang-ulang. Setiap kali Nabi saw mengalami keputus-asaan. Hingga akhirnya, Nabi saw benar-benar tenang lagi mantap. Sehingga lahirlah keyakinan Nabi saw yang kokoh lagi kuat.

Terjadilah peristiwa luar biasa yang kedua kalinya. Setelah beberapa saat Nabi saw terputus dari datangnya wahyu. Ketika Nabi saw hendak berjalan pulang. Mendadak Nabi saw melihat malaikat Jibril as duduk di atas kursi, yang berada di antara langit dan bumi. Nabi saw sangat takut. Nabi saw segera pulang untuk menjumpai sang istri. Setelah bertemu dengan Ibunda Khadijah r.ha. Nabi saw memohon kepada Ibunda Khadijah r.ha, “Selimutilah aku…selimuilah aku!” Lalu, sesaat kemudian Allah ta’ala menurunkan wahyu kedua-Nya,

Hai orang yang berkemul [berselimut].1 Bangunlah, lalu berilah peringatan!2 Dan, Rabb-mu agungkanlah!3 Dan, pakaianmu bersihkanlah.4 Dan, perbuatan dosa tinggalkanlah.5” (Qs.al-Muddatstsir [74]: 1-5).

Mulai turunnya surat al-muddatstsir ayat 1-5 inilah, wahyu terus sambung-menyambung turun. Sehingga Nabi saw dengan segenap dedikasi dan loyalitasnya melakukan dakwah Islam. Utamanya kepada masyarakat quriasy. Yang diawali dari keluarga dekatnya terlebih dahulu. Begitu seterusnya, hingga akhirnya secara publik Nabi saw menyampaikan dakwah Islam [ ]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: