Posted by: mahadteebee | March 6, 2011

Cara-Cara Wahyu Turun

Sejarah mencatat, bahwa wahyu Allah ta’ala yang diterima oleh Rasulullah saw melalui beberapa cara. Ini penting untuk diketahui, sebab terkait dengan asbabun nuzul ayat dan asbabul wurud hadis yang merupakan khazanah Islam klasik orisinil. Dengan mengetahui dan memahami pola-pola turunnya wahyu Allah ta’ala, yang disampaikan kepada Nabi saw. Maka, lebih mudah untuk mempelajarinya. Dengan pamahaman yang mapan atas wahyu Allah swt, diharapkan dapat mendorong mencairnya Cara Berpikir yang: Luwas, Luwes, dan Mendalam.

 

Beberapa Cara Wahyu Turun

Pertama. Melalui Mimpi.

Wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw melalui mimpi. Yakni, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Dengan tiba-tiba dalam tidur Nabi saw, bilau bermimpi secara mendadak. Dan, mimpi itu benar adanya. Mengenai wahyu disampaikan melalui mimpi. Pernah juga dialami oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as menerima perintah untuk menyembelih Nabi Isma`il as. Biasanya wahyu yang turun melalui mimpi mengandung perintah (amar).

Kedua. Langsung Masuk Ke Dalam Hati.

Wahyu Allah swt langsung masuk ke dalam hati Nabi saw. Nabi saw bersabda, “Ruh kudus [malaikat Jibril] memasukkan pengertian ke dalam lubuk hatiku. Bahwa, seorang manusia tidak akan mati sebelum ia menerima semua yang telah ditetapkan baginya. Karena itu hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dan carilah rizeki dengan jalan yang baik. Janganlah sekali-kali kelambatan datangnya rizeki membuat kalian mencarinya dengan jalan maksiat [durhaka terhadap Allah]. Apa yang ada pada Allah hanya dapat diperoleh dengan cara berbakti dan taat kepada-Nya.” (Siratul Musthafa Shallallahu ‘alaihi wa sallama, 2008).

Ketiga. Malaikat datang kepada Nabi saw sebagai seorang pria.

Malaikat yang menyampaikan wahyu Allah ta’ala ini menyerupai seorang pria. Benar-benar tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Sehingga Nabi saw sendiri sering terkecoh. Adakalanya para sahabat ikut melihatnya. Tetapi, para sahabat tidak tahu jika orang yang barusan ditemui itu seorang malaikat. Yang pernah terjadi malaikat yang menyerupai pria tersebut. Sangat ganteng lagi rupawan. Ketika itu banyak yang menggambarkan kebagusannya menyerupai Dahyah al-Kalby. Sampai-sampai terdapat catatan sejarah. Apabila Dahyah memasuki Kota Madinah dengan membawa barang dagangan. Banyak kaum hawa Madinah yang mengintip, atau bahkan keluar rumah untuk sekadar melihatnya.

Keempat. Suara Lonceng.

Dentang suara lonceng tersebut seringkali membuat Nabi saw merasa berat. Jika wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw dalam bentuk suara lonceng. Nabi saw benar-benar merasakan adanya sesuatu yang sangat berat. Keringat beliau mengucur deras dari kening beliau. Meski udara dalam keadaan dingin. Apabila Nabi saw sedang naik tunggangan beliau, unta atau beghal, sektika hewan tunggangan Nabi saw langusng bersimpuh. Yang lazim dikatakan menderum. Yaitu, melikat kaki depan lalu kaki belakang. Malah sahabat Zaid bin Tsabit r.hu pernah berdampingan dengan Nabi saw saat Nabi saw menerima wahyu. Maka, kaki sahabat Zaid yang tertindihi kaki dia rasakan mau hancur. Karena beratnya penderitaan Nabi saw, jika wahyu diturunkan ke dalam bentuk suara lonceng.

Kelima. Malaikat Berwujud Asli.

Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya. Guna menyampaikan wahyu Allah ta’ala. Seperti saat diufuk depan Gua Hira dan ketika di Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril as langsung mengajarkan kepada Nabi saw mengenai wahyu yang diembannya. Lebih jelasnya silahkan renungkan surat an-najm ayat ke 1-14.

Keenam. Melalui Isra` dan Mi’raj.

Wahyu langsung disampaikan oleh Allah ta’ala kepada Nabi saw. Yaitu, saat Nabi saw diperintahkan menunaikan isra` dan mi’raj. Tidak melalui mimpi. Tidak melalui perantara. Benar-benar dijumpai Nabi saw dengan mata kepada beliau saw. Namun bagimanapun Nabi saw belum pernah selama hidupnya berjumpa langsung dengan-Nya.

Ketujuh. Dengan Perintah Langsung.

Memang mirip dengan cara yang ke-6. Ini terjadi tidak dalam keadaan tertidur. Melainkan dalam keadaan terjaga. Tempatnya adalah bumi. Ini yang membedakan penerimaan wahyu Allah ta’ala kepada Nabi saw, selain ada yang diterima di Sidratul Muntaha ada yang diterima langsung di bumi.

Pahamilah cara-cara penyampaian wahyu Allah swt kepada Nabi saw. Semua itu mengandung Pembelajaran Sifat yang agung buat kita semua, insya Allah [ ]

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: