Posted by: mahadteebee | March 6, 2011

Wajak Suku Tertua Di Dunia?

Anda tahu Desa Wajak. Yang jaman dahulu dikenal dengan Suku Wajak. Wajak di era modern menjadi Wajak Kidul dan Wajak Lor. Wajak adalah ikut wilayah Campur Darat. Campur Darat daerah yang ada di Tulungagung. Tulungagung nama sebuah kabupaten yang ada di Jawa Timur. Sekilas orang hanya mengenal Wajak. Wajak yang ada di Tulungagung titik. Tidak ada yang tahu, jika Wajak menyimpan banyak cerita, kisah, lagenda, dan sejarah peradaban umat manusia. Bahkan sangat terkait erat dengan awal penciptaan umat manusia, dan surga bumi (jannatul ardl).

Di antara yang sangat masyhur, yakni sekitar 500 ribu sampai dengan 1 juta tahun yang lalu. Pernah hidup manusia Wajak (Homo Wajakinsis). Atau, yang dikenal dengan Homo Sapiens (Orang Cerdas). Prototipe manusia model baru. Yang memperbaharui manusia sebelumnya. Yakni, manusia yang berjalan bongkok (Homo Megantropus Paleo Javanicus) dan manusia yang berjalan tegak (Homo Phitecantropus Erectus). Yang pertama diperkirakan hidup antara 1,5 juta sampai 2 juta tahun yang lalu di sekitar sangiran, Solo dan yang kedua hidup antara 1 juta sampai dengan 1,5 juta tahun yang lalu di seputar Trinil, Ngawi.

Alfaqir katakan Homo Sapiens sebagai model manusia baru. Karena memang memperbaharui keberadaan para homo yang tidak berakhlak lagi tidak bertatakrama. Seperti diketahui, Homo Megantropus dan Homo Pithecantropus, wataknya buruk. Suka berperang. Suka membunuh. Suka melakukan kekerasan. Suka mengikuti hawa nafsu. Mereka nyata-nyata manusia. Yang meminjam istilah para mufasir, menyebutnya sebagai banul jann. Bukan kera seperti yang dituduhkan Darwin kepada mereka. Hanya perilaku dan cara hidup mereka yang mirip dengan hewan. Karena mereka mengutamakan hawa nafsu ketimbang akal budinya. Kekacauan demi kekacauan terjadi di mana-mana. Kehidupan masyarakat menjadi serba menakutkan. Tidak ada ketenangan sama sekali.

Hingga akhirnya. Tuhan memanggil para malaikat. Yang tujuannya tidak lain, Tuhan memberitahukan kepada para malaikat, bahwa Tuhan hendak menciptakan manusia baru. Benar-benar baru. Yang kemudian, mengemban amanah menjadi khalifah Tuhan di muka bumi (Qs.2: 30). Meski malaikat “sedikit” bertanya, sekaligus memberikan pernyataan, bahwa di bumi sudah ada manusia (man) dengan sifat dan sikapnya yang buruk. Namun Tuhan memberikan jaminan, bahwa manusia khalifah yang hendak diciptakan ini bakal mampu melakukan persemakmuran di muka bumi. Sebab, manusia khalifah selalu taat dan monoloyalitas dengan Tuhan. Dan, kelebihan manusia khalifah itu dikaruniai akal budi.

Jika data arkeologis menjawab dengan temuan fosil Homo Sapiens di Wajak. Maka, dapat menjadi wacana baru, bahwa Nabi Adam as hidup dan berkomunitas di Wajak. Adam secara personal yang berarti manusia tanah. Yang kejadiannya sangat revolusioner lagi spektakuler. Lalu, dengan ibunda Hawa as melakukan tugas reproduksi melalui sperma bertemu ovum. Sehingga terbentuklah sebuah komunitas Adam. Yaitu, manusia yang diturunkan dari Bapak Adam dan Ibunda Hawa. Maka, terbentuklah masyarakat Suku Wajak.

Tidak salah. Jika Imam Ibnu Katsir r.hu berkomentar, bahwa Nabi Adam as turun di Hindia. Para sejarahwan dan para arkeolog yang murni ilmuwan. Seperti: Arysio Santos, Stephen Oppenheimer, dan Robert Dick-Read menyatakan dengan terang-terangan. Jika yang dimaksud Hindia adalah Indonesia.

Terbukti juga. Colombus dulu mencari Hindia. Lalu, kesasar sampai ke Karibia. Banyak data sejarah yang menunjukkan, jika sebenarnya yang hendak dituju Colombus adalah Indonesia. Dengan fokus incaran Pulau Maluku (Mollucca).

Tidak hanya itu. Kehebatan Suku Wajak yang lain. Hanya dengan bermodalkan parahu sampan, dan membawa bibit padi berbulu. Berani mengarungi samudera nan luas. Hingga hijrah ke Afrika dan daratan Eropa. Para ahli bahasa dan sastra juga mencatat, bahwa Suku Wajak juga hijrah ke Pulau Ainu dan Pulau Jumono yang berada di Jepang. Maka, tidak mengherankan jika struktur bahasa di kedua suku tersebut, menggunakan struktur dasar bahasa Sunda, Jawa, dan Papua Nugini. Hijrah Suku Wajak itu terjadi antara tahun 100 ribu-500 ribu tahun yang lalu.

Tidaklah mengherankan jika alfaqir mengatakan, bahwa Wajak adalah suku tertua di dunia. Hijrahnya orang-orang Wajak, utamanya didorong dengan terjadinya musibah letusan tiga gunung berapi: Gunung Toba, Gunung Dompo, dan Gunung Krakatau. Yang letusannya, hampir semuanya menciptakan gelombang tsunami yang sangat besar. Meski jarak letusan antara satu gunung yang satu dengan lainnya ratusan ribu tahun silam. Akan tetapi ternyata sangat mempengaruhi tata kehidupan manusia yang hidup di bumi. Bahkan, pengaruhnya tetap dapat kita rasakan hingga detik ini. Wa-llahu a’lam [ ]

 

Posted by: mahadteebee | March 6, 2011

Ilmu Pengetahuan: Awal Perubahan Besar Terjadi

Sadarkan diri Anda jika menuntut ilmu pengetahuan itu sangat penting. Dunia dan akhirat hanya dapat diraih dengan ilmu pengetahuan. Sehat, Sejahtera, dan Bahagia dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan. Begitu pula dengan kesuksesan. Padahal sukses yang sebenarnya apabila orang itu hidup: Sehat, Sejahtera, dan Bahagia. Hilangnya ilmu pengetahuan pada diri seseorang menandakan matinya cahaya kehidupan. Ikatlah ilmu dengan membaca dan banyak menulis. Hiasi umur Anda dengan keduanya [Your unconscious when to seek knowledge is very important. World and the hereafter can only be achieved with science. Healthy, Prosperous, and Happy can be achieved with science. So it is with success. Yet the real success if the person is living: Healthy, Prosperous, and Happy. The loss of knowledge in a person’s life marks the demise of the light. Tie science with reading and a lot of writing. Decorate your life with both]”

_____Omda Miftahulluthfi Muhammad bin Zainuddin bin Ali Basyah

 

Ilmu. Orang Jawa menyebut dengan ngelmu. Artinya, angel yen durung ketemu. Yakni, sulit apabila belum didapatkan. Sebaliknya, menjadi alat yang memudahkan kehidupan seseorang bagi yang memilikinya, jika seseorang telah menguasainya. Secara teologis banyak ayat al-qur`an dan al-hadis yang memotivasi orang yang beriman, agar segera menguasai ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan dapat diikat dengan membaca dan banyak menulis. Dari keduanya akan muncul sikap perenungan yang mendalam (tafakur). Dari keduanya pula, seseorang memiliki kegemaran baru untuk menjelajah dan menghafal. Demikianlah seseorang yang berilmu pengetahuan memiliki Cara Berpikir yang baru. Sebab, dia sudah memiliki kemampuan dan kemauan dalam: membaca, menulis, merenung, dan menghafal. Inilah empat komponen guna melakukan pemberdaya-gunaan diri di dalam melakukan Perubahan Perilaku.

Orang yang memiliki ilmu sangat dituntut untuk sadar diri, sehingga secara berkelanjutan melakukan Perubahan Perilaku, pelayanan yang bagus, mencintai sesama, dan mengapresiasi lingkungan. Keempat elemen ini yang dapat menaikan harga diri, derajat, martabat, dan nilai kemanusiaan seseorang. Yang mana kesemuanya tidak dapat dicapai dengan instan, atau kun fayakun. Namun harus dicapai dengan kerja keras, tekun, disiplin, membangun jaringan sosial yang bagus. Sehingga ilmu pengetahuan yang dikuasainya menjadi bermanfaat, tidak hanya bagi yang menguasai. Tetapi, ilmu pengetahuannya juga bermanfaat buat umat manusia dan lingkungan.

Jadi, ilmu pengetahuan merupakan langkah kedua, sesudah seseorang yang berazzam sukses, menetapkan sebuah kesadaran pada langkah pertamanya. Bahwa, dirinya pasti sukses. Pasti dapat lebih baik. Dan, dirinya niscaya akan senantiasa berubah dan terus berubah menjadi lebih bermanfaat; bismillahRR.

 

Gemar Membaca

Siapa pun yang menghendaki perubahan besar dalam dirinya. Dia harus memiliki kegemaran baru. Yaitu, membaca. Lalu, dari kemampuan dan kemauan membaca tersebut ditingkatkan menjadi: gemar memahami, gemar menghafal, gemar otak-atik, dan gemar merangkai-rangkai pengetahuan yang sudah dikuasai.

Membeli buku bagus. Memiliki koleksi banyak buku sangat bagus. Yang menjadi pertanyaan mendasar, “Berapa banyak judul buku yang sudah dibaca dalam lima tahun terakhir?”

Banyak orang bergabung di lembaga-lembaga pendidikan. Tetapi apalah artinya jika mereka tidak memiliki kegemaran membaca. Mereka seperti ayam yang mati di lumbung padi. Inilah nasib perpustakaan di negeri yang namanya Indonesia. Apakah perpustakaan kampus, sekolah, maupun pondok pesantren. Buku-buku masih tersimpan rapi pada rak-raknya. Karena memang tidak banyak dibaca oleh para siswa, mahasiswa, dan shantri.

Sayang waktu sebagian besar orang Indonesia banyak dihabiskan untuk perbuatan yang sia-sia. Seperti: merokok, ngrumpi, SMS, nonton TV, dugem, cangkruk, arisan, dan bengong. Padahal kebanyakan dari mereka umat Islam. Yang sangat paham bagaimana semestinya menghormati waktu, lalu menghargai waktunya dengan quantumTIMING.

Saatnya kita memulai dari diri sendiri dan keluarga melakukan gerakan budaya gemar membaca.

 

Gemar Menulis

Apabila seseorang menghendaki kemajuan. Dia harus berubah. Ya melakukan Perubahan Perilaku. Sudah barangtentu perubahan kearah yang lebih bagus lagi benar. Dalam hidup keseharian orang-orang yang mengalami perubahan besar dalam hidupnya, lebih banyak menulis dibandingkan membaca. Sekalipun membaca merupakan salah satu motivator hebat menjadikan seseorang menjadi gemar menulis.

Tidakkah Tuhan sudah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada segenap umat manusia dengan perantaraan pena. Yang artinya gemar menulis. Setelah sebelumnya diawali dengan gemar membaca.

Ternyata gemar membaca saja tidaklah cukup untuk mendorong terjadinya perubahan besar dalam diri seseorang. Kekuatan besar lagi dahsyat yang mampu menciptakan revolusi diri adalah gemar menulis. Silahkan perhatikan keluarga Anda. Atau kolega Anda. Yang memiliki kemampuan dan kemauan membaca dan menulis. Pasti mereka berbeda dengan yang lain. Sudah barangtentu soal ilmu pengetahuan. Yang berarti pula berbeda soal rizeki yang didapatkan. Status sosialnya. Cara Berpikir yang dimiliki. Pergaulan yang luas yang dipunyai. Ini sangat logis.

Saatnya kita memulai dari diri sendiri dan keluarga melakukan gerakan budaya gemar menulis.

 

Tips Menguasa Ilmu Pengetahuan

Membaca. Dalam 24 jam. Luangkan waktu Anda 25 menit pada siang hari. 25 menit pada malam hari untuk membaca. Harus berani mengganti aktivitas yang sia-sia dengan gemar membaca. Tidak ada salahnya ke mana pergi membawa buku bacaan. Mulai yang riang hingga yang berat berskala pemikiran. Mampatkan waktu untuk membaca di mana pun dan kapan pun. Jangan lupa banyak membaca dan menguasai buku-buku sejarah.

Menulis. Selama 24 jam waktu kehidupan Anda sehari-hari. Isi pula dengan 5 menit menulis di siang hari, dan 5 menit pada malam hari. Minimal menulis buku harian. Ini penting guna menghadang laju “kilatan ide” yang datangnya sewaktu-waktu. Tidak ada yang mampu menghadang laju datangnya “kilatan ide”, kecuali dengan membukukan dalam catatan harian, atau catatan pena Anda. Mulai sekarang ke mana pun pergi tidak boleh lupa membawa pena dan buku catatan.

Belajar Bahasa. Di era informasi-komunikasi seperti sekarang ini. Belajar bahasa menjadi sangat penting. Bahasa adalah jendela ilmu pengetahuan. Buku adalah gudang ilmu. Hati adalah pertamanan ilmu pengetahuan. Sebagai orang Indonesia hendaknya Anda harus terus-menerus belajar bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Alangkah lebih baik jika mau menambah belajar bahasa Sansekerta dan Ibrani. Dalam belajar bahasa kuncinya Anda harus disiplin, tekun, dan memiliki kemauan yang sangat kuat untuk dapat menguasainya.

Disiplin. Yakinilah, ilmu pengetahuan hanya mau ikut dengan orang-orang yang disiplin. Inilah yang terjadi dan dialami semua ilmuwan atau ulama saat-saat mereka sedang menuntut ilmu. Entah dalam lembaga pendidikan, maupun ketika melakukan otodidak belajar ilmu pengetahuan. Menghargai waktu sangat penting. Sementara, munculnya “kilatan ide” dari dalam otak (kalbu) begitu sangat cepat. Malas sedikit saja tidak mencatat atau menulis, misalnya. Pasti tertinggal dengan ide tersebut. Padahal sulit sekali melakukan pengulangan ide-ide yang keluar secara tiba-iba. Pokoknya harus disiplin.

Gemar Berjelajah. Membangun jaringan pertemanan sangat penting. Apalagi sekarang banyak fasilitas untuk itu. Mesir bergolak karena media Facebook dan Twitter. Konon di tanah air mampu menekan kasus-kasus yang menjijikkan, yang berakhir dengan menangnya kebenaran. Di samping secara serius menjelajah sesungguhnya. Seperti: penelitian, survey, studi kelayakan, kunjungan, dan pengamatan. Sebab, ini juga merupakan bagian dari “pembacaan”. Yang hasilnya juga harus segera dibukukan.

mindSET. Inilah kekuatan Anda untuk segera memiliki sekaligus menguasai ilmu pengetahuan. mindSET Anda adalah kampus Anda. mindSET Anda adalah Pondok Pesantren Anda. Dialah alam bawah sadar (albasa) Anda yang dapat melaju dengan kekuatan yang luar biasa dahsyat.

 

Renungan

  • Miliki kunci untuk membuka tabir rahasia kehidupan dunia. Kunci itu adalah ilmu pengetahuan.
  • Saya yakin seorang pendekar pedang mampu menahan lajunya pedang lawannya. Namun saya tidak yakin pendekar tersebut mampu menahan laju “kilatan ide” yang dia miliki.
  • Tidak membaca dan menulis berarti mengufuri nikmat Tuhan yang berupa penguasaan ilmu pengetahuan.
  • Ilmu pengetahuan itu sangat banyak. Ambillah yang paling Anda sukai dan mampu Anda kuasai.

Laksana kuda liar, ia harus diikat dengan tali. Maka, “Ilmu pengetahuan harus diikat dengan gemar membaca dan banyak menulis [ ]

 

Posted by: mahadteebee | March 6, 2011

Cara-Cara Wahyu Turun

Sejarah mencatat, bahwa wahyu Allah ta’ala yang diterima oleh Rasulullah saw melalui beberapa cara. Ini penting untuk diketahui, sebab terkait dengan asbabun nuzul ayat dan asbabul wurud hadis yang merupakan khazanah Islam klasik orisinil. Dengan mengetahui dan memahami pola-pola turunnya wahyu Allah ta’ala, yang disampaikan kepada Nabi saw. Maka, lebih mudah untuk mempelajarinya. Dengan pamahaman yang mapan atas wahyu Allah swt, diharapkan dapat mendorong mencairnya Cara Berpikir yang: Luwas, Luwes, dan Mendalam.

 

Beberapa Cara Wahyu Turun

Pertama. Melalui Mimpi.

Wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw melalui mimpi. Yakni, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Dengan tiba-tiba dalam tidur Nabi saw, bilau bermimpi secara mendadak. Dan, mimpi itu benar adanya. Mengenai wahyu disampaikan melalui mimpi. Pernah juga dialami oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as menerima perintah untuk menyembelih Nabi Isma`il as. Biasanya wahyu yang turun melalui mimpi mengandung perintah (amar).

Kedua. Langsung Masuk Ke Dalam Hati.

Wahyu Allah swt langsung masuk ke dalam hati Nabi saw. Nabi saw bersabda, “Ruh kudus [malaikat Jibril] memasukkan pengertian ke dalam lubuk hatiku. Bahwa, seorang manusia tidak akan mati sebelum ia menerima semua yang telah ditetapkan baginya. Karena itu hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dan carilah rizeki dengan jalan yang baik. Janganlah sekali-kali kelambatan datangnya rizeki membuat kalian mencarinya dengan jalan maksiat [durhaka terhadap Allah]. Apa yang ada pada Allah hanya dapat diperoleh dengan cara berbakti dan taat kepada-Nya.” (Siratul Musthafa Shallallahu ‘alaihi wa sallama, 2008).

Ketiga. Malaikat datang kepada Nabi saw sebagai seorang pria.

Malaikat yang menyampaikan wahyu Allah ta’ala ini menyerupai seorang pria. Benar-benar tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Sehingga Nabi saw sendiri sering terkecoh. Adakalanya para sahabat ikut melihatnya. Tetapi, para sahabat tidak tahu jika orang yang barusan ditemui itu seorang malaikat. Yang pernah terjadi malaikat yang menyerupai pria tersebut. Sangat ganteng lagi rupawan. Ketika itu banyak yang menggambarkan kebagusannya menyerupai Dahyah al-Kalby. Sampai-sampai terdapat catatan sejarah. Apabila Dahyah memasuki Kota Madinah dengan membawa barang dagangan. Banyak kaum hawa Madinah yang mengintip, atau bahkan keluar rumah untuk sekadar melihatnya.

Keempat. Suara Lonceng.

Dentang suara lonceng tersebut seringkali membuat Nabi saw merasa berat. Jika wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw dalam bentuk suara lonceng. Nabi saw benar-benar merasakan adanya sesuatu yang sangat berat. Keringat beliau mengucur deras dari kening beliau. Meski udara dalam keadaan dingin. Apabila Nabi saw sedang naik tunggangan beliau, unta atau beghal, sektika hewan tunggangan Nabi saw langusng bersimpuh. Yang lazim dikatakan menderum. Yaitu, melikat kaki depan lalu kaki belakang. Malah sahabat Zaid bin Tsabit r.hu pernah berdampingan dengan Nabi saw saat Nabi saw menerima wahyu. Maka, kaki sahabat Zaid yang tertindihi kaki dia rasakan mau hancur. Karena beratnya penderitaan Nabi saw, jika wahyu diturunkan ke dalam bentuk suara lonceng.

Kelima. Malaikat Berwujud Asli.

Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya. Guna menyampaikan wahyu Allah ta’ala. Seperti saat diufuk depan Gua Hira dan ketika di Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril as langsung mengajarkan kepada Nabi saw mengenai wahyu yang diembannya. Lebih jelasnya silahkan renungkan surat an-najm ayat ke 1-14.

Keenam. Melalui Isra` dan Mi’raj.

Wahyu langsung disampaikan oleh Allah ta’ala kepada Nabi saw. Yaitu, saat Nabi saw diperintahkan menunaikan isra` dan mi’raj. Tidak melalui mimpi. Tidak melalui perantara. Benar-benar dijumpai Nabi saw dengan mata kepada beliau saw. Namun bagimanapun Nabi saw belum pernah selama hidupnya berjumpa langsung dengan-Nya.

Ketujuh. Dengan Perintah Langsung.

Memang mirip dengan cara yang ke-6. Ini terjadi tidak dalam keadaan tertidur. Melainkan dalam keadaan terjaga. Tempatnya adalah bumi. Ini yang membedakan penerimaan wahyu Allah ta’ala kepada Nabi saw, selain ada yang diterima di Sidratul Muntaha ada yang diterima langsung di bumi.

Pahamilah cara-cara penyampaian wahyu Allah swt kepada Nabi saw. Semua itu mengandung Pembelajaran Sifat yang agung buat kita semua, insya Allah [ ]

 

Posted by: mahadteebee | March 6, 2011

Belajar Dari Mesir

Memang berbeda antara Husni Mubarak dan Muhammad Soeharto. Tetapi setidaknya, sama-sama muslim. Sama-sama haji. Sama-sama berpengalaman memerintah 30 tahun. Dan, sama-sama militer. Insya Allah yang sedikit berbeda. Mubarak menjadi boneka Israel dan AS. Dan, keturunan nasab yang berbeda. Apabila Soeharto keturunan Jawa. Sedangkan, Mubarak memiliki percampuran antara Semit dengan Hamit. Sehingga wajar jika sedikit mokong. Mubarak tidak mengenal bahasa lego legowo. Sebaliknya, Mubarak dengan enteng mengatakan, “Jika saya turun Mesir malah terjadi kekacauan.” Meski akhirnya juga turun, dan menyerahkan kekuasaannya kepada pihak militer. Tidak kepada politisi. Yang notabene adalah sipil.

Jika Mubarak mau belajar dengan Soeharto. Sebelum rakyat Mesir menuntut mundur. Dia seharusnya mundur duluan. Rakyat Mesir bakal menghormatinya. Apabila dia mati sewaktu-waktu akan dielu-elukan.

Tetapi, sekarang menjadi berbeda. Rakyat Mesir, baik yang di dalam negeri maupun di luar Mesir dibuat Mubarak gemes, sekaligus jengkel. Tidak dapat dibayangkan jika Mubarak meninggal besok. Mungkin Mubarak baru lupa. Bahwa, tidak selamanya manusia hidup di dunia. Tidak selamanya bunga bermekaran mewangi. Ada masanya. Ada saatnya. Tidak selamanya pula uang dan kekayaan berkuasa. Harta kekayaan Mubarak selama memerintah Mesir yang hampir 300 trilyun. Tidak mungkin mampu mengembalikan nama, atau menjadikan nama dia harum. Seperti Gus Dur, misalnya. Diakui atau tidak. Sampai alfaqir menulis ini, data lapangan menunjukkan orang yang menziarahi Gus Dur per hari tidak lebih 1000 orang. Penziarah meningkat dua kali lipat pada hari Sabtu dan Ahad. Berapa judul buku yang membahas mengenai Gus Dur, baik yang memuji dan memakinya.

Bukan maksud alfaqir untuk membandingkan Gus Dur dengan Mubarak, atau dengan Soeharto sekalipun. Namun masyarakat luas melihat kenyataan itu. Inilah kehebatan orang Indonesia yang memiliki kata hikmat, “Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Manusia meninggalkan nama.”

Coba cari di dunia ini. Kurun 100 tahun terakhir. Siapakah orang mati yang banyak diziarahi dan dikenang?

Memang akhirat itu urusan Tuhan. Termasuk mengenai amal orang yang sudah mati. Lady Diana? Imelda Marcos? Theresia? Atau yang lain? (Jika perlu lakukan surve). Bahkan penganugerahan kepada Gus Dur banyak diterima setelah beliau wafat.

Ingat, seseorang, siapa pun dia, apabila lupa dengan maut. Hatinya pasti keras. Hati yang keras sulit menerima nasehat, krititan, dan saran. Hati yang keras menandakan pula, rizeki yang didapatkan lebih banyak dari yang haram lagi syubhat. Gaji presiden dapat dihitung. Tapi mengapa rata-rata para penguasa itu menjadi kaya mendadak? Apakah hal itu yang menjadi motivasi setiap orang untuk menjadi pemimpin??

Inilah takdir bangsa Mesir. Yang bagaimana pun Fir`aun adalah orang mesir. Hati Fir`uan sangat keras. Hati yang keras identik sombong. Orang sombong sulit diajak dialog dan berpikir jernih.

Apabila hal itu yang terjadi, maka tidak dapat dimasuki al-qur`an dan al-hadis, termasuk ilmu pengetahuan. Meski di Mesir banyak orang-orang cerdas, pandai, dan alim. Sayang mereka semua dikalahkan dengan kesombongan yang terorganisir. Tidak sedikit dari mereka yang harus hengkang dari Mesir. Karena yang dibutuhkan Mubarak bukan orang cerdas. Bukan orang pandai. Bukan orang alim. Namun yang dibutuhkan Mubarak, adalah orang yang menurut pada dirinya. Orang yang patuh padanya. Inilah ciri-ciri tirani.

Sayang memang Mubarak bukan Soeharto. Meski terdapat kesamaan antara keduanya, namun Soeharto lebih sedikit hebat dibandingkan Mubarak. Soeharto lebih mau mendengar saran, nasehat, dan masukan meski usianya yang lumayan sepuh. Sehingga dengan lego legowo mau mengundurkan diri di tengah perjalanan kursi kepresidenan. Tidak perlu dipaksa dunia luar. Tidak membutuhkan berhari-hari demo.

Memang jika dicari kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi, jika dibandingkan dengan Mubarak. Tidak salah jika kita membanggakan Soeharto. Artinya, bersyukur kita pernah dipresideni Soeharto, tidak dipresideni Mubarak. Ini pula yang menjadi keprihatinan kita. Sayang Mesir dipresideni Mubarak, tidak dipresideni Soeharto. Memang Mesir sangat berbeda dengan Indonesia. Silahkan Mesir dengan modelnya. Kita dengan model Indonesia.

Konon Mesir sebagai pusat keilmuan Islam dengan mercusuar Universitas al-Azhar. Ternyata, perilaku korupsi dan dekadensi moral juga di mana-mana. Kemiskinan merajalela. Hampir 40% rakyat Mesir dirundung kemiskinan struktural.

Populeritas al-Azhar tidak mampu lagi berdiri secara mandiri. Ketika kebijakan Mesir menjadi negara boneka AS dan Israel. Apa pun yang terjadi jika dibandingkan dengan Indonesia. Masih tetap hebat Indonesia. Hanya satu kekurangan dari warga bangsa Indonesia, termasuk para pejabat, eksekutif, dan legeslatif; termasuk orang kayanya, tidak mau bersyukur dengan Tuhan yang Maha-esa.

Syukur tidak cukup diucapkan dengan kata alhamdulillah. Memang itu tidak salah. Akan tetapi syukur yang semestinya dimiliki warga bangsa ini adalah Perubahan Perilaku ke arah yang lebih bermartabat, berderajat, dan bermanfaat; sebagai seorang hamba Allah yang muslim lagi berkeimanan.

Seharusnya bangsa Indonesia tinggal mengembangkan “5 Pilar Kemajuan Bangsa”, yakni: 1).Agama menjadi motivator kecerdasan; 2).Pancasila sebagai motivator bernegara; 3).UUD 1945 sebagai motivator hukum dan administrasi; 4).Bhinneka Tunggal Ika sebagai motivator kehidupan majemuk; dan 5).NKRI sebagai wadah perjuangan bersama membangun Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, atau baldatun thayyibatun wa rabun ghafur, atau abantal ombak, asapok angin.

Sehingga Indonesia benar-benar menjadi sebuah bangsa yang bersendikan abantal syahadat, asapok iman, apajung Alloh. Silahkan perhatikan dengan seksama. Mesir tidak punya potensi-potensi tersebut. Memang thayyiblah, penduduknya sebagian besar beragama Islam. Namun sejauhmana praktek pengamalan Islam ditlatah Mesir. Lebih baik Indonesia, insya Allah.

Yang seharusnya terjadi, maaf saja, bukannya anak-anak kita yang ke luar belajar di Mesir. Tetapi, para ulama dan ilmuwan Mesir yang seharusnya didatangkan untuk mengajari putera-puteri ibu pertiwi.

Perguruan tinggi kita tidak kalah hebat dengan yang ada di Mesir. Meski usianya relatif lebih muda. Akan tetapi kemampuan keilmuan, baik dari segi knowledge dan scientific dapat disejajarkan dengan perguruan tinggi dunia di mana pun.

Kita itu cuma dihinggapi penyakit rendah diri. Seolah-olah yang dari luar Indonesia itu pasti baik. Pasti bagus. Pasti pinter. Memang tidak semuanya salah. Namun munculnya kesadaran dan sikap mental syukur dari dalam diri kitalah, yang nantinya dapat membawa Indonesia menjadi bangsa besar dengan perubahan besar menuju pada sebuah peradaban besar, Imperium III; insya Allah. [ ]

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Proses Penciptaan Nabi Adam

Nabi Adam as proses penciptaannya benar-benar detail. Bahkan, di beberapa ayat, Allah ta’ala mengurai mengenai kejadian Nabi Adam as. Di mana secara khusus di surat al-baqarah dibahas mengenai penciptaan manusia pada ayat ke 30-39. Jelas sekali, bahwa penciptaan Nabi Adam, terlepas dari proses penciptaannya, benar-benar memegang amanah sebagai seorang khalifah Allah ta’ala di muka bumi. Yang tugas mulianya adalah menciptakan kehidupan yang serba seimbang. Yang sebelumnya banyak diwarnai dengan peperangan, pertumpahan darah, dan dis-harmoni. Allah a’ala berfirman,

Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Para malaikat bertanya, “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”.” (Qs.al-Baqarah [2]: 30).

Sang Khalifah itulah yang secara personal disebut Adam. Sebab, terbuat dari tanah tembikar yang berasal dari lumpur hitam (Qs.al-Hijr [15]: 28). Yang kemudian setelah mengalami pribumisasi. Nabi Adam as berkembang menjadi sebuah komunitas Adam. Maksudnya, sebuah komunitas dari anak turun Nabi Adam as. Allah ta’ala berfirman,

“[Ingatlah] ketika Rabb-mu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah” (Qs.Shad [38]: 71).

Manusia yang kemudian mendapat amanah menjadi khalifah Allah di muka bumi. Yang disebut Adam. Karena memang diciptakan dari tanah. Ada tanah liat. Tanah tembikar. Tanah lumpur hitam. Yang kesemuanya secara proses yang sangat revolusioner, ditiupkan ruh Allah kepada Adam tersebut. Jadi, proses kejadian Adam secara personal benar-benar dari tanah. Baru setelah hidup berdampingan dengan Ibunda Hawa as. Regenasi Adam mengalami proses bilogis seperti lazimnya kejadian manusia dalam sejarahnya. Allah ta’ala berfirman,

Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan Ku? Apakah kamu menyombongkan diri? Ataukah, kamu [merasa] termasuk orang-orang yang [lebih] tinggi?” (Qs.Shad [38]: 75).

Kalam Allah ta’ala yang berbunyi, “Biadī.” Yang artinya, “Tangan Ku (Allah).” Relevan dengan hadis Nabi saw, “Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah dari semua jenis tanah. Anak cucu Adam sendiri diciptakan sesuai dari kadar tanah yang menjadi bahan penciptaannya” (Hr.Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Setelah rampung secara fisik. Adam mendapatkan tiupan ruh Allah ke dalam jasad wadaknya. Sungguh luar biasa. Ternyata dalam proses kejadian manusia. Terdapat ruh Allah yang senantiasa menyertai seorang manusia di kehidupan ini. Allah ta’ala berfirman,

Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh Ku. Maka, tunduklah kamu kepadanya dengan memberikan penghormatan” (Qs.al-Hijr [15]: 29).

Benarkah Adam Orang Pertama?

Apabila ada pertanyaan, “Benarkah Nabi Adam orang pertama yang berada di bumi?” Untuk menjawabnya, kita harus kembali kepada surat al-baqarah ayat ke-30. Di mana para malaikat sempat bertanya kepada Allah a’ala, “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?”

Berdasarkan pertanyaan malaikat tersebut. Berarti di bumi secara umum sudah ada makhluk yang seperti orang. Dengan segenap tabiat yang buruk. Yakni: suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Para ulama menyebutnya sebagai anak keturunan banul-jan. Secara arkeologis, berdasarkan temuan-temuan fosil. Maka, sebenarnya yang disebut banul-jan, adalah para manusia purba yang tidak berbudi pekerti mulia. Sebut saja manusia purba itu adalah: Megantropus Paleo Javanicus dan Phitecantropus Erectus. Yang kedua ditemukan di Sangiran (Solo) dan Trinil (Ngawi). Yang diperkirakan hidup antara 1-2 juta tahun yang lalu.

Baru setelah itu muncullah generasi homo sapiens (manusia yang berbudi, red). Yang fosilnya juga di temukan di Indonesia, yaitu di Wajak (Tulungagung), antara tahun 650.000-1 juta tahun yang lalu.

Itulah sebabnya, ke-khalifah-an Adam dan Ibunda Hawa, semata menciptakan keharmonian kehidupan dunia yang semua dis-harmoni, akibat perilaku para Megantropus dan Phitecantropus yang suka berbuat kerusakan dan pertumpahan darah.

Maka, ditemukannya homo sapiens di Wajak. Benar-benar memberikan pencerahan kepada kita. Bahwa, bangsa Indonesia merupakan generasi dari para homo sapiens, dengan tugas ke-khalifah-an yang berat. Karena mendapatkan perkenan dari Allah ta’ala. Maka, tugas tersebut berjalan dengan sangat bagus. Sehingga bumi dengan segenap etika dan tatakramanya menjadi seimbang dan harmonis.

Para homo sapiens itulah yang membentuk komunitas adam. Komunitas manusia yang berasal dari tanah tersebut. Di sinilah Darwin si Yahudi itu tidak dapat menggabungkan, antara para homo sapiens dengan para manusia purba tersebut. Sebab, memang dari kejadiannya sangat berbeda, antara homo sapiens dengan kaum megantropus dan kaum phitecanropus. Artinya, kaum homo sapiens benar-benar manusia baru, dengan tugas yang baru pula. Lalu, dia katakan, “Rantai yang hilang (missing link).”

Itu pun masih terjadi pertempuran yang hebat, antara Habil dan Qabil dari kedua putera Nabi Adam as tersebut. Inilah awal manusia melakukan reproduksi dengan melalui spermatozoa dengan ovum dalam proses pembuahan yang luar biasa, yang menunjukkan ke-Mahabesaran Allah jalla jalaluh.

Benarkah Adam Turun di Hindia?

Apakah sama yang dimaksud Hindia dengan India? Berdasarkan sejarah jelas berbeda, antara Hindia dengan India. India ya India. Adapun Hindia adalah Indonesia. Jaman dahulu Indonesia disebut Hindia. Bahkan, lebih lama lagi Indonesia dikatakan Sundaland. Malah dengan bukti-bukti yang nyata bangsa Lemuria merupakan leluhur bangsa Indonesia.

Di banyak tulisan, khususnya catatan Imam Ibnu Katsir r.hu. Nabi Adam as turun di Hindia. Apakah sang Imam menyamakan Hindia dengan India. Tidak ada keterangan. Namun dengan husnudhan yang tinggi, sanga Imam dengan kedalaman dan keluasan ilmunya, insya Alah yang dimaksud Hindia adalah Indonesia; wallahu a’alam.

Tidak penting. Indonesia bagian mana Nabi Adam as diturunkan Allah ta’ala. Jika data temuan arkeologis homo sapiens di Wajak (Tulungagung). Maka, boleh jadi tidak jauh dari tempat ditemukan fosil homo sapiens tersebut, Nabi Adam berkomunitas.

Barulah Nabi Adam as melakukan perjalanan spiritualnya ke Jabal Rahmah dan bertemu dengan Ibunda Hawa. Jadi, sangat masuk akal jika ada yang mengatakan seluruh dunia ini adalah keturunan bangsa Jawa Dwipa (putih berkilau).

Sampai detik ini. Tidak ada fosil manusia tertua yang melebihi temuan fosil purba di: Sangiran (Solo); Trinil (Ngawi); dan Wajak (Tulungagung). Adapun fosil-fosil yang lain, bertebaran di aliran sungai bengawan solo dan sungai-sungai yang lain. Perlu diketahui, pulau Jawa adalah daratan yang banyak dialiri sungai. Ini merupakan anugerah Allah ta’ala yang harus disyukuri oleh bangsa ini [ ]

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Wahyu Pertama Turun

Pada tahun 570 Masehi Nabi saw dilahirkan. Pada tahun 610 Masehi bertepatan diusianya yang ke-40. Beliau diangkat menjadi utusan Allah juga seorang nabiullah di akhir jaman. Dengan tegas Nabi saw sabdakan, bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw. Mayoritas ahli sejarah berpendapat turunnya surat al-alaq pada malam 17 Ramadlan tahun ke-41 Tahun Gajah. Yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi; wallahu a’lam. Inilah tahun yang menentukan sejarah dunia berubah, dari kegelapan menuju cahaya keimanan. Inilah pertanda bangkitnya kaum yang beriman di muka bumi. Yang mengimani Allah ta’ala. Di mana dunia dan kehidupan umat manusia, khususnya jahiliah di Jazirah Arab, diluruskan ke dalam sikap mental, perilaku, dan cara berpikir yang dicintai oleh Allah ta’ala. Sebuah tatatan dunia baru yang mengedepankan: Mengabdi kepada Allah swt, demi mendapatkan cinta-Nya; Memperjuangkan kebenaran, demi tegaknya kebenaran yang hakiki; dan Mengangkat harkat-derajat-martabat umat manusia, demi kemanusiaan.

Usia 40 Usia Matang

Apabila seorang manusia dikaruniai mencapai usia 40 tahun. Berarti manusia tersebut benar-benar mendapatkan anugerah di kehidupan ini. Sebab, orang tersebut diberikan kepercayaan sekaligus amanah, untuk mengisi dan menghiasi umurnya menjadi lebih bermanfaat.

Hal itu pula yang dialami oleh Muhammad bin Abdullah. Setelah usianya memasuki yang ke-40. Beliau mengalami kegelisahan. Transisi dari usia 30 ke-40 sungguh banyak ditandai dengan kematangan dan kesempurnaan sebagai seorang manusia. Berbeda dengan Nabi saw. Manusia kebanyakan ketika hendak dan setelah memasuki usia 40 tahun. Seringkali ditandai dengan datangnya puber ke II. Namun Nabi saw justru kematangan jiwa dan kepribadian beliau diusia 40 tahun. Justru digunakan banyak tahanuts di Gua Hira`. Benar-benar sempurna hasilnya. Inilah usaha yang harus ditiru. Di mana mengisi usia 40 tahunnya dengan perilaku nyata. Mempersiapkan diri untuk menjadi manusia yang shalih. Allah ta’ala berfirman,

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah-payah. Melahirkannya dengan susah-payah [pula]. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah 30 bulan. Apabila dia telah dewasa, dan umurnya sampai 40 tahun; [agar] dia [rajin] berdoa, “Wahai Rabb-ku, tunjukilah saya untuk menyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepada saya, kepada ibu bapak saya, dan agar saya dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai. Berilah kebaikan kepada saya dengan [memberi kebaikan] kepada anak cucu saya. Sesungguhnya saya bertaubat kepada Engkau. Sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (Qs.al-Ahqaf [46]: 15).

Wahyu Pertama Surat al-Alaq 1-5

Muhammad bin Abdullah benar-benar pemuda yang umi. Seorang yang tidak dapat membaca. Sungguh saat itu. Apabila ada orang yang tidak dapat membaca benar-benar disegani. Orang yang tidak dapat baca tulis. Ketika itu identik dengan orang yang: cerdas, jujur, akhlaknya bagus, dan tatakramanya terpilih. Tidak mengherankan pada waktu itu banyak orang-orang kaya, dan para penyair yang berani membayar mahal, asal mau memberikan kesaksian bahwa dirinya tidak dapat membaca.

Di usia beliau yang ke-40. Benar-benar mendapatkan anugerah dari Allah azza wa jalla. Sebab, beliau mendapatkan anugerah pengangkatan (bi’tsah) nubuwah dan risalah dari Allah ta’ala, melalui malaikat Jibril as. Yang ditandai dengan turunnya perintah membaca. Dengan masyhur sejarah mencatat, ketika Muhammad bin Abdullah disarankan malaikat Jibril as untuk membaca. Lebih tepatnya menirukan apa-apa yang dilafadzkan malaikat Jibril as. Muhammad bin Abdullah benar-benar tidak mampu menirukan. Tidak mampu mengeja. Tidak mampu membacanya.

Dengan laduni Allah ta’ala akhirnya. Muhammad bin Abdullah dapat menirukan dengan baik lagi benar lafadz yang disampaikan malaikat Jibril as,

Bacalah dengan [menyebut] nama Rabb-mu yang menciptakan.1 Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.2 Bacalah, dan Rabb-mulah yang Mahapemurah.3 Yang mengajar [manusia] dengan perantaran kalam.4 Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.5” (Qs.al-Alaq [96]: 1-5).

Inilah kali pertama Nabi saw melihat rupa malaikat Jibril as dalam bentuk seorang lelaki. Yang saat itu berdiri di ufuk cakrawala. Yang sedetik pun Nabi saw tidak dapat bersembunyi dari tatapan malaikat Jibril as.

Luar biasa. Gua Hira` menjadi saksi sejarah bagi perjalanan peradaban umat manusia, khususnya kaum muslimin-mukmin. Karena nabi kaum muslimin-mukmin mendapatkan pengangkatan kenabiannya di gua tersebut. Setelah kejadian tersebut. Nabi saw keluar dari gua hendak pulang menemui istri tercintanya, Ibunda Khadijah r.ha. Ternyata malaikat Jibril as memberikan salam penghormatan mengenai pengangkatan diri Muhammad bin Abdullah menjadi nabiullah yang rasulullah. Sebanyak 3 kali malaikat Jibril as memberikan ucapan selamat itu dari atas ufuk cakrawala. Yang hanya di dengar oleh Nabi saw sendiri. Bahkan, beberapa orang yang diutus Ibunda Khadijah r.ha untuk mencari suaminya. Tidak tahu mengenai hal itu. Juga tidak mendengar ucapan selamat malaikat Jibril as kepada Nabi saw.

Setelah semuanya selesai. Malaikat pun pergi. Beberapa orang suruan Ibunda Khadijah r.ha terlebih dahulu pulang. Segera Nabi saw menyusul untuk menjumpai sang istri tercintanya. Saat berjumpa dengan sang istri. Nabi saw mencaritakan semua kejadian yang dialami selama tahanuts di Gua Hira`. Perlu dipahami, Nabi saw beberapa tahun menjelang usia 40 tahun, setiap bulan Ramadlan banyak melakukan uzlah di Gua Hira`, dengan cara bertahanuts.

Semua cerita sang suami dipahami dengan baik. Ibunda Khadijah r.ha mendengarkan seluruh cerita suaminya. Setelah sang suami berpamitan hendak istirahat. Setelah Ibunda Khadijah r.ha menutupkan selimut kepada sang suami. Atas ridla suaminya. Ibunda Khadijah r.ha menemui pamannya. Dia seorang nashrani shalih. Dia rajin membaca kitab sucinya. Maka, berkonsultasilah Ibunda Khadijah r.ha kepada sang paman. Dengan singkat. Sang paman berpesan supaya suami tabah, demikian juga dengan diri Ibunda Khadijah r.ha sebagai sang istri, juga harus tabah.

Masa Fatrah

Inilah masa di mana Nabi saw menanti-nanti datangnya wahyu. Lama sekali menunggu turunnya wahyu yang selanjutnya. Masa ini lazim disebut masa fatrah. Yaitu, masa terputus dari turunnya wahyu untuk beberapa saat. Tidak sampai satu tahun. Namun Nabi saw benar-benar gelisah. Bahkan, kegelisahan Nabi saw campur aduk antara khawatir dan putus asa. Nabi saw benar-benar suntuk. Jika ada pertanyaan, “Apakah Nabi saw juga sempat mengalami putus asa saat itu?” Sebagai manusia lumrah. Nabi saw juga pernah mengalami putus asa. Tetapi, Nabi saw diselamatkan oleh Allah ta’ala.

Ketika kegoncangan jiwa demi kegoncangan terjadi. Malaikat Jibril selalu menampak diri di kejauhan, seraya memberikan kemantapan kepada Nabi saw. Bahwa, diri beliau adalah benar-benar utusan Allah. Demikian dilakukan malaikat Jibril as secara berulang-ulang. Setiap kali Nabi saw mengalami keputus-asaan. Hingga akhirnya, Nabi saw benar-benar tenang lagi mantap. Sehingga lahirlah keyakinan Nabi saw yang kokoh lagi kuat.

Terjadilah peristiwa luar biasa yang kedua kalinya. Setelah beberapa saat Nabi saw terputus dari datangnya wahyu. Ketika Nabi saw hendak berjalan pulang. Mendadak Nabi saw melihat malaikat Jibril as duduk di atas kursi, yang berada di antara langit dan bumi. Nabi saw sangat takut. Nabi saw segera pulang untuk menjumpai sang istri. Setelah bertemu dengan Ibunda Khadijah r.ha. Nabi saw memohon kepada Ibunda Khadijah r.ha, “Selimutilah aku…selimuilah aku!” Lalu, sesaat kemudian Allah ta’ala menurunkan wahyu kedua-Nya,

Hai orang yang berkemul [berselimut].1 Bangunlah, lalu berilah peringatan!2 Dan, Rabb-mu agungkanlah!3 Dan, pakaianmu bersihkanlah.4 Dan, perbuatan dosa tinggalkanlah.5” (Qs.al-Muddatstsir [74]: 1-5).

Mulai turunnya surat al-muddatstsir ayat 1-5 inilah, wahyu terus sambung-menyambung turun. Sehingga Nabi saw dengan segenap dedikasi dan loyalitasnya melakukan dakwah Islam. Utamanya kepada masyarakat quriasy. Yang diawali dari keluarga dekatnya terlebih dahulu. Begitu seterusnya, hingga akhirnya secara publik Nabi saw menyampaikan dakwah Islam [ ]

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Jangan Pernah Meminta

Kamu meminta dari Allah, berarti menuduh-Nya. Kamu meminta kepada-Nya, berarti mengumpat-Nya. Kamu meminta kepada selain-Nya, berarti kamu tak punya rasa malu kepada-Nya. Kamu meminta dari selain-Nya, berarti kamu jauh dari-Nya.”

 

Anda tidak usah bingung dengan kata hikmah di atas. Itu semua menggambarkan, bahwa sebagai seorang manusia. Hendaknya sadar benar. Jika hidup di dunia ini harus menjadikan seorang hamba itu mandiri. Tidak tergantung kepada siapa pun. Sebaliknya, ketergantungan dengan Allah ta’ala. Tidak dibenarkan menjadi manja. Sedikit-sedikit menangis. Sedikit-sedikit mengeluh. Akibatnya, tidak muncul semangat jihad untuk merubah keadaan yang sedang dilakoni.

 

Allah ta’ala pasti menolong hamba-Nya. Apabila hamba itu mau menolong dirinya. Mau menolong sesamanya. Dan, mau menolong orang lain. Hidup ini sebab akibat. Jangan khawatir. Apabila Anda memberikan sebab yang bagus. Pasti akibatnya bagus. Begitulah seterusnya.

 

Permintaan kepada Allah a’ala. Tak lebih bagian integral dari sikap ta’adubiah, antara seorang hamba dengan Allah swt. Karenanya, tidak boleh salah dalam meminta dengan Allah swt. Pokoknya harus benar-benar memiliki ilmunya meminta. Salah dalam meminta. Dari aspek akidah dapat merusak tauhid. Ini sangat berbahaya.

 

Memang benar meminta harus kepada Allah swt. Namun semua permintaan didahului dengan terjadinya takdir. Sementara, takdir Allah benar-benar berjalan. Sebab, semua persoalan dunia sudah berjalan dengan takdirnya. Jadi, tidak perlu lagi menyelahi takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah swt.

 

Yang harus kita lakukan adalah banyak member. Dasarnya sederhana. Dengan pemberian maka menjadi kosong. Sebab, sudah dikeluarkan dengan pemberian tersebut. Sementara, yang namanya hukum memberi. Kekosongan akibat memberi, niscaya menjadikan segera terisi terhadap apa-apa yang kosong. Maksudnya, siapa yang rajin member. Berarti rajin melakukan pengosongan. Sedangkan terhadap sesuatu yang kosong Allah swt pasti mengisi. Di dunia ini tidak yang kosong. Tidak bakal terjadi yang namanya kekosongan. Pasti terisi.

 

Karenanya, barangsiapa rajin memberi. Pasti hidupnya segera terisi dengan rahmat dan anugera. Barangsiapa hidupnya sudah terisi dengan rahmat dan anugerah, niscaya mendapatkan ampunan-Nya. Barangsiapa sudah mendapatkan ampunan, maka hidupnya disayang Allah swt. Barangsiapa hidupnya di sayang Allah ta’ala, niscaya mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

 

Untuk itu biasakan hidup dengan banyak memberi, dan selalu berpikir positif. Sangat membahagiakan kok. Jangan khawatir ya……sukses selalu buat Anda [ ]

 

Syarhul Hikam

Min Miftahul Luthfi Muhammad al-Mutawakkil

Fashal 21

 

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Kesadaran:Awal Manusia Memiliki Niat

Hanya orang sadar yang mampu berbuat baik. Itulah sebabnya, mengabdi kepada Allah harus disertai kesadaran. Wujud kesadaran adalah niat yang kuat. Inilah pendorong manusia untuk menuju pada kehendak-kehendak yang dipikirkannya [Only people who can do well aware. That is why the service of Allah must be accompanied by awareness. Being consciousness is a strong intention. This is the human motivation to go at will, the will was thinking]”

_____Omda Miftahulluthfi Muhammad bin Zainuddin bin Ali Basyah

 

Kesadaran berasal dari kata “sadar”. Artinya, terjaga, tidak mabuk, tidak gila, atau kondisi siap karena terjaganya pikiran untuk melakukan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu. Silahkan, Anda memberikan definisi yang bermanfaat buat Anda sendiri. Yang penting diri Anda cepat memiliki “Kesadaran”. Kesadaran dalam rangka menjadikan diri Anda lebih bermanfaat buat orang lain dan makhluk lain.

Dinul Islam mengajarkan hampir di semua pelaksanaan ibadah di dalam Islam menetapkan syarat. Bahwa, seseorang yang hendak melakukan peribadatan tertentu, syaratnya harus “sadar”. Seperti dalam ibadah: shalat, puasa, haji, zakat, pengucapan kalimat syahadat, dzikrullah, dst.

Artinya, dinul Islam memberikan etika hidup bagi seorang yang beriman dengan Allah ta’ala, jika “Kesadaran” seseorang merupakan hal penting, supaya seseorang itu terdorong untuk segera melakukan Perubahan Perilaku ke arah yang lebih baik.

Jadi, prinsipnya, jika Anda memiliki “Kesadaran” dalam hidup ini Anda bakal memiliki pendorong guna menetapkan niat. Dari niat itulah segalanya pasti berubah kehidupan seseorang.

 

Kesadaran Dari Dalam

“Kesadaran” karena kondisi yang terjepit. Biasanya mampu melahirkan kekuatan dan kemampuan dari dalam. Sehingga secepat kilat mendorong untuk segera berubah.

Kesadaran dari dalam ini munculnya sangat sulit. Tetapi, biasanya keberadaannya bersamaan dengan yang tidak enak, terdesak, pokoknya benar-benar pada titik nol. Siapa pun dapat mengalami hal ini.

Apabila kesadaran dari dalam sudah dimiliki oleh seseorang. Maka, orang itu akan memiliki lompatan-lompatan pemikiran yang cerdas. Dikarenakan, dia memiliki daya dorong baru untuk meraih sesuatu yang menjadi impiannya. Bagaimana dengan Anda? Apa sudah memiliki “Kesadaran” dari dalam diri Anda? Terus berjuang segera miliki “Kesadaran” dari dalam diri Anda. Katakan pada diri Anda, bahwa Anda, “Pasti dapat segera memilikinya.”

“Allah menolong orang karena orang itu memiliki kesadaran, bahwa dirinya dapat melakukan [Allah help the person because that person has a consciousness, that he can do]”.

 

Kesadaran Dari Luar

Banyak orang mengalami Perubahan Perilaku setelah: melihat sesuatu, atau mendengar sesuatu, atau melakukan sesuatu, atau merasakan sesuatu. Semua itu dapat dilakukan karena dia melakukan Pembelajaran Sifat terhadap sesuatu. Perubahan Perilaku didapatkan setelah memiliki “Kesadaran” akibat dari Pembelajaran Sifat yang terjadi.

Manusia sebagai makhluk yang bergaul. Maka, akibat pergaulan itulah seorang manusia dalam banyak kesempatan dapat melahirkan “Kesadaran” baru dalam hidupnya. Sangat berbeda orang yang mau berteman, dalam arti positif, dengan orang yang tidak mau berteman. Sangat berbeda orang yang banyak membaca buku, dalam arti positif, dengan orang yang tidak mau membaca buku.

Karena “Kesadaran” itu merupakan wujud gerak yang bermanfaat dalam kehidupan seseorang. Maka, untuk mengukur “Kesadaran” Anda dalam perubahan hidup ini. Silahkan cermati hidup Anda selama 5 tahun terakhir. Apakah teman Anda masih tetap? Dan, sudah berapa judul buku yang sudah Anda baca?

 

Tips Memunculkan Kesadaran

Olah Nafas. Nafas Anda keluar masuk lewat hidung diatur yang bagus. Jangan terburu-buru. Jangan pula naik-turun. Bernafaslah dengan tenang, santai, dan menikmati anugerah Allah ta’ala yang berupa pernafasan tersebut.

Olah Akal. Biasakan akal Anda digunakan untuk banyak membaca, berhitung, merenung, dan memahami sesuatu. Ini penting guna memberikan asupan energi pada akal.

Olah Jiwa. Apabila Anda muslim. Shalatlah dengan baik lagi benar. Berdirinya. Rukuknya. I’tidalnya. Sujudnya. Bacaan-bacaannya. Setelah shalat biasakan untuk menanamkan tekad teguh pada diri Anda. Sehingga Anda benar-benar memiliki tekad bulat terhadap kehendak-kehendak Anda. Ini dapat Anda lakukan melalui pernyataan-pernyataan atau doa-doa.

Olah Raga. Anda harus memiliki kebiasaan olah raga. Seperti: berjalan kaki, berlari-lari kecil, bersepeda, berenang, set up, push up, foot up, dan warming up. Anda dapat memilih dari olah raga mana yang cocok dengan fisik dan umur Anda.

Olah Rasa. Perasaan Anda sangat berperan di dalam melahirkan “Kesadaran” Anda. Rasa rendah hati lebih dekat dengan lahirnya “Kesadaran”. Dibandingkan dengan rasa tinggi hati.

mindSET. Anda harus segera memiliki mindSET dapat segera melahirkan “Kesadaran” dalam diri Anda. Anda harus memahami kepribadan diri Anda dan karakter lingkungan sosial Anda. Sebab, dari situ nantinya “Kesadaran” Anda dapat lahir.

 

Renungan

  • Hidup adalah anugerah bersyukurlah selalu dengan Allah.
  • Kesadaran Anda merupakan kecerdasan Anda.
  • Isi hidup Anda dengan kerja keras dan senantiasa berpikir positif.
  • Yakinlah dengan apa yang Anda pikirkan. Sebab, Anda tidak dapat bergantung kepada orang lain.
  • Laksana kuda liar, ia harus diikat dengan tali. Maka, “Kesadaran” harus segera diikat dengan niat dan amal perbuatan [ ]

 

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Saya Bangga Menjadi Orang Indonesia

Kebanggaan alfaqir menjadi orang Indonesia. Lebih dikarenakan wujud syukur alfaqir dengan Allah ta’ala. Karena dilahirkan, dibesarkan, hidup, dan berkegiatan di bumi Indonesia. Menghirup udara Indonesia. Meminum air Indonesia. Beras yang kami makan alhamdulillah masih ditanam di Indonesia. Sudah barangtentu Indonesia sangat berbeda dengan negara dan bangsa lain di dunia ini. Tidaklah tepat apabila Indonesia harus dibandingkan dengan negara manapun, atau bangsa lain. Namun sekadar melakukan perbandingan nilai-nilai positif hal itu sangatlah bagus. Misalnya mengenai: disiplin, etos kerja, cara berpikir, penguasaan Ilmu Pengeahuan Diniah, budaya membaca, dsb.

Kekhasan Indonesia bahwa bangsa Indonesia memiliki lima pilar yang tidak dimiliki oleh negara-negara, atau bangsa-bangsa lain di dunia. Yaitu: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Kelima pilar ini apabila digarap dengan penuh komitmen lagi konsisten, dengan mendasarkan diri bangga sebagai orang Indonesia. Insya Allah, bangsa Indonesia dalam waktu dekat akan mengalami lompatan peradaban yang memberikan kemanfaatan pada dunia dan umat manusia.

Sudah seharusnya lembaga pendidikan yang dikomandoi seorang menteri pendidikan, melahirkan penyadaran-penyadaran kepada segenap peserta didik, mulai usia batita sampai pendidikan strata tiga. Sehingga sadar benar, bahwa diri mereka adalah hamba Allah yang ditakdirkan menjadi orang Indonesia. Lebih-lebih ditakdirkan sebagai seorang muslim-mukmin Indonesia.

Sudah sepatutnya wujud syukur yang dilakukan berpengaruh pada Cara Berpikir sebagai orang Indonesia yang ber: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Maka, jumlah penduduk yang lumayan banyak ini, dengan didukung penguasaan Ilmu Pengetahuan Diniah, bakal lahir para: pemikir, peneliti, penemu, perakit, penulis, ilmuwan, sasrawan, dan ulama besar kelas dunia yang berasal dari Indonesia. Memang di beberapa kesempatan hal itu pernah terjadi. Namun belum menjadi gelombang percepatan yang sangat mempengaruhi dunia.

Di samping itu, kebanggaan alfaqir menjadi orang Indonesia. Karena bangsa Indonesia secara historis benar-benar bangsa besar dengan peradaban yang sangat besar. Sehingga orang-orang Israel begitu ketakutan dengan orang-orang Djawa Dwipa. Yang kemudian, Dajwa Dwipa mengalami internasionalisasi menjadi Java.

Bukti arkeologis yang sangat sederhana. Manusia berjalan bongkok tertua, sekitar 2-3 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Sangiran, Solo, Jawa Tengah. Yaitu: Megantropus Paleo Javanicus (Banul Jān, red). Manusia berjalan tegak tertua, sekitar 1-2 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Yaitu: Phitecan Thropus Erectus (Banul Jān, red). Manusia cerdas tertua, sekitar 650.000-1 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Yaitu: Homo Sapiens.

Dapat Anda renungkan betapa Mahabesar Allah ta’ala memilih Indonesia (Sundaland). Menjadi asal-usul peradaban umat manusia. Bahkan dari Java manusia lalu melakukan penyebaran ke seluruh dunia. Era penyebaran besar-besaran itu setelah terjadinya banjir bandang Nabi Nuh as.

Jadi tidak mengherankan apabila berdasarkan arkeologis, dari Nabi Adam as sampai Nabi Nuh as semua berada di wilayah Hindia. Yang tak lain adalah Indonesia. Sebab, memang berbeda antara India dengan Hindia. Yang dimaksud Hindia adalah Sundaland. Yakni, mulai dari Irian Jaya (Kep.Solomon) membentang sampai di India dan sekitarnya. Semua itu adalah wilayah Indonesia di era pra sejarah.

Dapat dibayangkan pula betapa cantiknya Nusantara ini. Maka, Syaikh Mahmud Syaltuth bertasbih berkali-kali ketika menjejakkan kakinya di Indonesia pada awal tahun 70-an. Seraya berguman, “Indonesia benar-benar pantulan surga-Nya.”

Tidak ada kata terlambat untuk berbenah diri. Yang penting ada kemauan untuk sadar benar. Bahwa, kebanggaan menjadi orang Indonesia harus mampu memberikan kemanfaatan buat makhluk lain.

Lima Pilar yang berupa anugerah Allah a’ala. Yakni: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Hendaknya harus menjadi Motivator Kecerdasan setiap anak bangsa. Guna melahirkan sense of belongingness terhadap negeri yang indah ini. Jika ada sebagian anak negeri yang melakukan pengkhiatan. Tegakkan hukum sebagaimana mestinya. Sedangkan kita tidak usah terpengaruh oleh perilaku segelintir mereka yang berkhianat. “Ndok sak tarangan biasane onok sing blorok [Telur di sarang itu biasanya ada yang tidak menetas]”. Semua harus dipahami, bahwa hal itu adalah takdir Allah azza wa jalla.

Alfaqir yakin dengan seyakin-yakinnya, bangsa Indonesia dengan segenap warga masyarakat pasti menjadi sumber beradaban dan menjadi kebanggaan masyarakat dunia di masa mendatang, dan itu tidak lama lagi; insya Allah. Alfaqir sangat optimis dengan hal itu. Karenanya, Kelima Pilar tersebut di atas harus menjadi kesadaran baru, guna memberikan pencerahan seluruh masyarakat bangsa ini untuk melakukan Perubahan Perilaku, bangga menjadi orang Indonesia.

Pelajaran yang dapat dipetik. Dengan melajunya Timnas sepak bola kita di piala AFF tahun 2010. Menjadi bukti, bahwa rakyat Indonesia masih dapat dipersatukan, dirukunkan menjadi sebuah kekuatan peradaban di masa-masa yang akan datang. Meski akhirnya berada di urutan kedua. Sampai detik ini alfaqir menulis (18/1/11) penjualan kaos Timnas yang berlambangkan Garuda Pancasila tetap tinggi permintaannya, dengan harga yang relatif ajeg. Sungguh luar biasa.

Hampir saja anak-anak kita tidak lagi mengerti lambang Burung Garuda. Tidak lagi bangga dengan bendera Merah Putih. Kini yel-yel heroik itu telah menggugah nurani cinta negeri yang hebat. Tidak segan mereka menyanyikan, “Garuda di dadaku….”

Wahai saudaraku, mari kita kelola negeri ini dengan semangat bersyukur dengan Allah swt. Apabila kita pandai bersyukur, niscaya Allah ta’ala pasti menambah-nambah dan melipatgandakan anugerah-Nya buat bangsa Indonesia. Sebaliknya, apabila mengingkari nikmat-Nya, pasti Allah ta’ala mengadzab dengan musibah, bencana, balak, kehinaan, dan kesengsaraan. Yang semuanya menggambarkan multi krisis yang tak bertepi.

Wahai para penguasa dan para wakil rakyat, masyarakat hanya dapat meniru perilaku dan cara berpikir kalian. Berilah teladan yang bagus lagi benar rakyat kalian, dan yang kalian wakili, agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Ya Rabb, bimbing kami supaya komitmen lagi konsisten dengan jalan Engkau yang benar [ ]

Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories