Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Jangan Pernah Meminta

Kamu meminta dari Allah, berarti menuduh-Nya. Kamu meminta kepada-Nya, berarti mengumpat-Nya. Kamu meminta kepada selain-Nya, berarti kamu tak punya rasa malu kepada-Nya. Kamu meminta dari selain-Nya, berarti kamu jauh dari-Nya.”

 

Anda tidak usah bingung dengan kata hikmah di atas. Itu semua menggambarkan, bahwa sebagai seorang manusia. Hendaknya sadar benar. Jika hidup di dunia ini harus menjadikan seorang hamba itu mandiri. Tidak tergantung kepada siapa pun. Sebaliknya, ketergantungan dengan Allah ta’ala. Tidak dibenarkan menjadi manja. Sedikit-sedikit menangis. Sedikit-sedikit mengeluh. Akibatnya, tidak muncul semangat jihad untuk merubah keadaan yang sedang dilakoni.

 

Allah ta’ala pasti menolong hamba-Nya. Apabila hamba itu mau menolong dirinya. Mau menolong sesamanya. Dan, mau menolong orang lain. Hidup ini sebab akibat. Jangan khawatir. Apabila Anda memberikan sebab yang bagus. Pasti akibatnya bagus. Begitulah seterusnya.

 

Permintaan kepada Allah a’ala. Tak lebih bagian integral dari sikap ta’adubiah, antara seorang hamba dengan Allah swt. Karenanya, tidak boleh salah dalam meminta dengan Allah swt. Pokoknya harus benar-benar memiliki ilmunya meminta. Salah dalam meminta. Dari aspek akidah dapat merusak tauhid. Ini sangat berbahaya.

 

Memang benar meminta harus kepada Allah swt. Namun semua permintaan didahului dengan terjadinya takdir. Sementara, takdir Allah benar-benar berjalan. Sebab, semua persoalan dunia sudah berjalan dengan takdirnya. Jadi, tidak perlu lagi menyelahi takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah swt.

 

Yang harus kita lakukan adalah banyak member. Dasarnya sederhana. Dengan pemberian maka menjadi kosong. Sebab, sudah dikeluarkan dengan pemberian tersebut. Sementara, yang namanya hukum memberi. Kekosongan akibat memberi, niscaya menjadikan segera terisi terhadap apa-apa yang kosong. Maksudnya, siapa yang rajin member. Berarti rajin melakukan pengosongan. Sedangkan terhadap sesuatu yang kosong Allah swt pasti mengisi. Di dunia ini tidak yang kosong. Tidak bakal terjadi yang namanya kekosongan. Pasti terisi.

 

Karenanya, barangsiapa rajin memberi. Pasti hidupnya segera terisi dengan rahmat dan anugera. Barangsiapa hidupnya sudah terisi dengan rahmat dan anugerah, niscaya mendapatkan ampunan-Nya. Barangsiapa sudah mendapatkan ampunan, maka hidupnya disayang Allah swt. Barangsiapa hidupnya di sayang Allah ta’ala, niscaya mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

 

Untuk itu biasakan hidup dengan banyak memberi, dan selalu berpikir positif. Sangat membahagiakan kok. Jangan khawatir ya……sukses selalu buat Anda [ ]

 

Syarhul Hikam

Min Miftahul Luthfi Muhammad al-Mutawakkil

Fashal 21

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: