Posted by: mahadteebee | February 3, 2011

Saya Bangga Menjadi Orang Indonesia

Kebanggaan alfaqir menjadi orang Indonesia. Lebih dikarenakan wujud syukur alfaqir dengan Allah ta’ala. Karena dilahirkan, dibesarkan, hidup, dan berkegiatan di bumi Indonesia. Menghirup udara Indonesia. Meminum air Indonesia. Beras yang kami makan alhamdulillah masih ditanam di Indonesia. Sudah barangtentu Indonesia sangat berbeda dengan negara dan bangsa lain di dunia ini. Tidaklah tepat apabila Indonesia harus dibandingkan dengan negara manapun, atau bangsa lain. Namun sekadar melakukan perbandingan nilai-nilai positif hal itu sangatlah bagus. Misalnya mengenai: disiplin, etos kerja, cara berpikir, penguasaan Ilmu Pengeahuan Diniah, budaya membaca, dsb.

Kekhasan Indonesia bahwa bangsa Indonesia memiliki lima pilar yang tidak dimiliki oleh negara-negara, atau bangsa-bangsa lain di dunia. Yaitu: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Kelima pilar ini apabila digarap dengan penuh komitmen lagi konsisten, dengan mendasarkan diri bangga sebagai orang Indonesia. Insya Allah, bangsa Indonesia dalam waktu dekat akan mengalami lompatan peradaban yang memberikan kemanfaatan pada dunia dan umat manusia.

Sudah seharusnya lembaga pendidikan yang dikomandoi seorang menteri pendidikan, melahirkan penyadaran-penyadaran kepada segenap peserta didik, mulai usia batita sampai pendidikan strata tiga. Sehingga sadar benar, bahwa diri mereka adalah hamba Allah yang ditakdirkan menjadi orang Indonesia. Lebih-lebih ditakdirkan sebagai seorang muslim-mukmin Indonesia.

Sudah sepatutnya wujud syukur yang dilakukan berpengaruh pada Cara Berpikir sebagai orang Indonesia yang ber: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Maka, jumlah penduduk yang lumayan banyak ini, dengan didukung penguasaan Ilmu Pengetahuan Diniah, bakal lahir para: pemikir, peneliti, penemu, perakit, penulis, ilmuwan, sasrawan, dan ulama besar kelas dunia yang berasal dari Indonesia. Memang di beberapa kesempatan hal itu pernah terjadi. Namun belum menjadi gelombang percepatan yang sangat mempengaruhi dunia.

Di samping itu, kebanggaan alfaqir menjadi orang Indonesia. Karena bangsa Indonesia secara historis benar-benar bangsa besar dengan peradaban yang sangat besar. Sehingga orang-orang Israel begitu ketakutan dengan orang-orang Djawa Dwipa. Yang kemudian, Dajwa Dwipa mengalami internasionalisasi menjadi Java.

Bukti arkeologis yang sangat sederhana. Manusia berjalan bongkok tertua, sekitar 2-3 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Sangiran, Solo, Jawa Tengah. Yaitu: Megantropus Paleo Javanicus (Banul Jān, red). Manusia berjalan tegak tertua, sekitar 1-2 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Yaitu: Phitecan Thropus Erectus (Banul Jān, red). Manusia cerdas tertua, sekitar 650.000-1 juta tahun yang lalu ditemukan fosilnya di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Yaitu: Homo Sapiens.

Dapat Anda renungkan betapa Mahabesar Allah ta’ala memilih Indonesia (Sundaland). Menjadi asal-usul peradaban umat manusia. Bahkan dari Java manusia lalu melakukan penyebaran ke seluruh dunia. Era penyebaran besar-besaran itu setelah terjadinya banjir bandang Nabi Nuh as.

Jadi tidak mengherankan apabila berdasarkan arkeologis, dari Nabi Adam as sampai Nabi Nuh as semua berada di wilayah Hindia. Yang tak lain adalah Indonesia. Sebab, memang berbeda antara India dengan Hindia. Yang dimaksud Hindia adalah Sundaland. Yakni, mulai dari Irian Jaya (Kep.Solomon) membentang sampai di India dan sekitarnya. Semua itu adalah wilayah Indonesia di era pra sejarah.

Dapat dibayangkan pula betapa cantiknya Nusantara ini. Maka, Syaikh Mahmud Syaltuth bertasbih berkali-kali ketika menjejakkan kakinya di Indonesia pada awal tahun 70-an. Seraya berguman, “Indonesia benar-benar pantulan surga-Nya.”

Tidak ada kata terlambat untuk berbenah diri. Yang penting ada kemauan untuk sadar benar. Bahwa, kebanggaan menjadi orang Indonesia harus mampu memberikan kemanfaatan buat makhluk lain.

Lima Pilar yang berupa anugerah Allah a’ala. Yakni: Agama; Pancasila; UUD 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan NKRI. Hendaknya harus menjadi Motivator Kecerdasan setiap anak bangsa. Guna melahirkan sense of belongingness terhadap negeri yang indah ini. Jika ada sebagian anak negeri yang melakukan pengkhiatan. Tegakkan hukum sebagaimana mestinya. Sedangkan kita tidak usah terpengaruh oleh perilaku segelintir mereka yang berkhianat. “Ndok sak tarangan biasane onok sing blorok [Telur di sarang itu biasanya ada yang tidak menetas]”. Semua harus dipahami, bahwa hal itu adalah takdir Allah azza wa jalla.

Alfaqir yakin dengan seyakin-yakinnya, bangsa Indonesia dengan segenap warga masyarakat pasti menjadi sumber beradaban dan menjadi kebanggaan masyarakat dunia di masa mendatang, dan itu tidak lama lagi; insya Allah. Alfaqir sangat optimis dengan hal itu. Karenanya, Kelima Pilar tersebut di atas harus menjadi kesadaran baru, guna memberikan pencerahan seluruh masyarakat bangsa ini untuk melakukan Perubahan Perilaku, bangga menjadi orang Indonesia.

Pelajaran yang dapat dipetik. Dengan melajunya Timnas sepak bola kita di piala AFF tahun 2010. Menjadi bukti, bahwa rakyat Indonesia masih dapat dipersatukan, dirukunkan menjadi sebuah kekuatan peradaban di masa-masa yang akan datang. Meski akhirnya berada di urutan kedua. Sampai detik ini alfaqir menulis (18/1/11) penjualan kaos Timnas yang berlambangkan Garuda Pancasila tetap tinggi permintaannya, dengan harga yang relatif ajeg. Sungguh luar biasa.

Hampir saja anak-anak kita tidak lagi mengerti lambang Burung Garuda. Tidak lagi bangga dengan bendera Merah Putih. Kini yel-yel heroik itu telah menggugah nurani cinta negeri yang hebat. Tidak segan mereka menyanyikan, “Garuda di dadaku….”

Wahai saudaraku, mari kita kelola negeri ini dengan semangat bersyukur dengan Allah swt. Apabila kita pandai bersyukur, niscaya Allah ta’ala pasti menambah-nambah dan melipatgandakan anugerah-Nya buat bangsa Indonesia. Sebaliknya, apabila mengingkari nikmat-Nya, pasti Allah ta’ala mengadzab dengan musibah, bencana, balak, kehinaan, dan kesengsaraan. Yang semuanya menggambarkan multi krisis yang tak bertepi.

Wahai para penguasa dan para wakil rakyat, masyarakat hanya dapat meniru perilaku dan cara berpikir kalian. Berilah teladan yang bagus lagi benar rakyat kalian, dan yang kalian wakili, agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Ya Rabb, bimbing kami supaya komitmen lagi konsisten dengan jalan Engkau yang benar [ ]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: